Kamis, 10 Mei 2012

Bimbingan Konseling


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Keberadaan bimbingan dan konseling di sekolah di Indonesia sebenarnya telah dirintis sejak tahun 1960 dan baru mulai 1975 secara resmi memasuki sekolah-sekolah dengan dicantumkannya bimbingan dan konseling pada kurikulum 1975 yang berlaku di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, pada jenjang SD, SLTP dan SLTA. Kemudian kurikulum tersebut disempurnakan lagi pada kurikulum 1984. Keberadaan bimbingan dan konseling di sekolah juga dipertegas oleh peraturan pemerintah No. 28 tahun 1990 (tentang pendidikan dasar) dan No. 29 tahun 1990 (tentang pendidikan menengah).
Dengan dicantumkan bimbingan dan konseling pada kurikulum sekolah serta didukung oleh peraturan perundangan pemerintah, maka memberi legalitas yang cukup mantap tentang keberadaan bimbingan dan konseling di sekolah boleh dikatakan pekerjaan bimbingan dan konseling tidak dapat diganggu lagi keberadaannya. Sejak diberlakukannya kurikulum 1984 bimbingan dan konseling sudah diperlihatkan suatu kemajuan yang besar mengenai perkembangan bimbingan dan konseling. I Djumhur dan Moh. Surya mengatakan: “Bimbingan dalam hal ini telah menjadi suatu pelayanan yang sangat penting dirasakan keperluannya di sekolah-sekolah di Indonesia, mulai tahun 1962 sekolah telah mengambil langkah yang diperlukan, untuk memasukkan program bimbingan penyuluhan (BP) sebagai salah satu bidang penting dalam program sekolah”.
Maka jelaslah kiranya bahwa semakin majunya dunia pendidikan dewasa ini sangat menguntungkan bagi perkembangan bimbingan dan konseling, di samping itu pendidikan di sekolah bertujuan untuk menghasilkan perubahanperubahan yang positif, tingkah laku dan sikap dalam diri siswa yang berkembang dalam kedewasaannya. Sedangkan bimbingan dan konseling merupakan bantuan pada individu dalam menghadapi persoalan-persoalan yang timbul dalam hidupnya. Dengan demikian bimbingan menjadi pelayanan khusus dalam keseluruhan kegiatan sekolah, sehingga harus ditangani oleh ahli dalam bidangnya.




B.     Rumusan Masalah
Dari uraian singkat latar belakang yang tersebut diatas maka dapat diambil sebuah pertanyaan sebagai berikut:
1.      Bagaimana Usaha Praktis program BK di sekolah bisa memberikan pelayanan secara keseluruhan di sekolah.

C.    Tujuan Masalah
Dari rumusan masalah yang tersebut diatas maka dapat diambil tujuhan pembahasan sebagai berikut:
1.      Ingin mengetahui Usaha praktis Program BK untuk palayanan secara keseluruhan di sekolah.














BAB II
Pembahasan Masalah
A.    Program Kartu Pribadi
Kartu pribadi yang disusun sedemikian rupa, sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Kartu pribadi dalam rangka bimbingan dis sekolah adalah merupakan kumpulan dari catatan-catatan yang telah disusun beberapa tahun yang berisi berbagai data, fakta dan informasi yang signifikan dan mempunyai arti dalam rangka member bantuan kepada murid.[1]
Menurut Prof.Dr.Attia Mahmud Hana yang dikutip dari Strang, mengemukakan bahwa data yang dianggap harus terdapat  dalam kartu pribadi ialah segi-segi berikut :[2]
1.      Data pribadi seperti nama, tanggal dan tempat lahir, agama dan tempat tinggal.
2.      Lingkungan keluarga, nama orang tua, umur mereka, tingkat pengetahuan mereka, pekerjaannya, jumlah saudara, umur, pekerjaan dan sekolah mereka dan data lainnya yang berhubungan dengan keluarga.
3.      Prestasi belajar, meliputi angka murid dalam bidang studi baik ujian yang dibuat oleh guru, maupun test objektif, urutan diantara teman-temannya dalam pelajaran. Catatan guru tentang pekerjaan sekolahnya, baik dari segi bahasa, ilmiah atau kesenian.
4.      Kemampuan murid meliputi hasil tes kecerdasan dan kemampuan dan penilaian guru dalam hal itu dan tafsiran ahli jiwa terhadap tes tersebut.
5.      Kerajinan murid dan sebab tidak hadirnya disekolah apakah karena kesehatannya atau karena tidak cocoknya pelajaran dengan kemampuannya atau segi-segi ekonomi dan keluarga.
6.      Kesehatan; kelemahan tubuh, penyakit yang dideritanya dan yang berhubungan dengan segi jasmani seperti kemampuan untuk mengeluarkan tenaga otot dan sikapnya terhadap kesehatan.
7.      Pengamatan lengkap, penilaian pribadi, laporan subyektif, rapat-rapat yang diadakan mengenai murid dan hasilnya.
8.      Rencana pendidikan dan pekerjaan, melipuri pengajaran yang ingin dimasukinya dan tujuannya. Pekerjaan yang hendak dimasukinya dan rencananya untuk mempersiapkan diri untuk itu.


9.      Nilai dan sikap umum, tujuan dan perubahan yang terjadi padanya tahun demi tahun.
10.  Hobi dan macam kegiatan yang dilakukan.
11.  Mengikuti murid setelah mereka keluar atau tamat sekolah.
12.  Perbandingan antara apa yang dicapai murid dan teman-teman setelah tamat dari sekolah.
13.  Keputusan rapat guru dan lainnya dari ahli tentang murid.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa kartu pribadi memuat berbagai informasi tentang segi-segi :
-          Data identifikasi
-          Latar belakang keluarga
-          Riwayat pendidikan
-          Hasil tes psikologis
-          Hasil belajar dalam bidang studi
-          Minat dan renacana karir  dimasa depan
-          Absensi
-          Kesehatan
Lester D. Crow & Alice Crow, dalam bukunya : “An Introduction To Guidance”, mengemukakan bahwa dalam kartu pribadi itu memuat :[3]
1.      Identifyng data
2.      Home conditions and background
3.      Economis Possibilities and limitations
4.      Health record
5.      Academic record
6.      Record of out of class activities
7.      Character and personality development record
8.      Record of individual potentialities
9.      Record of happenings of special significance
10.  Record of special interest and achievements
11.  Educational plans
12.  Vocacional interest
13.  Work experiencies
14.  Plans after school life
15.  A small pictures of the pupil, placed with the record when the individual enters the school. Other pictures of him can be added at later stages of this development. (Lester D.Crow & Alice Crow, 1960)

Sedangkan Jane warters dalam bukunya yang berjudul : “Techniques Of Counseling” menyebutkan bahwa hal-hal yang dimuat  dalam buku pribadi adalah :[4]
1.      Personal, identifying data, including photograph
2.      Home and family data
3.      School history and scholastic achievement data
4.      Test data
5.      Health and physical development
6.      Personal and social development
7.      Special aptitudes, interest,activities, experiences and achievements
8.      Educational and vocational plans
9.      References to other source of information
(Jane Warters,1964)
                  Berdasarkan pendapat diatas dapatlah disimpulkan bahwa kartu pribadi adalah kartu catatan tentang rangkuman dari segala keterangan mengenai sikap siswa sebagai catatan dari hasil pengumpulan data dengan berbagai alat pengumpul data mengenai berbagai aspek. Kartu hendaknya diisi dengan selengkap-lengkapnya, sejelas mungkin dan sesingkat mungkin sehingga petugas-petugas yang akan menggunakan mudah memperoleh atau mencari data yang diperlukan untuk memberikan bantuan pelayanan bimbingan kepada para siswa. Maka dari itu kartu pribadi siswa minimal memuat hal-hal sebagai berikut :
a.       Identitas siswa yang bersangkutan
b.      Identitas orang tua siswa
c.       Susunan keluarga
d.      Rangkuman prestasi belajar
e.       Sejarah persekolahan siswa
f.       Rangkuman nilai berbagai tes yang telah diikuti
g.      Perkembangan dan keadaan  kesehatan jasmani
h.      Sejarah perkembangan social siswa
Dengan catatan bahwa format kartu pribadi siswa ini dapat dikembangkan oleh sekolah secara tersendiri sesuai dengan kebutuhan dari masing –masing sekolah.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kartu pribadi siswa ialah : [5]
(a)    penyimpanan dan pemeliharaan berbagai bentuk keterangan data, dengan asas
kesederhanaan, kemudahan dan kesibnambungan
(b) dibutuhkan suatu sistematika yang jelas
(c) kerahasiaanya terjamin,
(d) diperuntukkan hanya bersifat untuk keuntungan siswa semata-mata
B. Program Kelompok Belajar
Pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dan efesien serta produktif, baik dalam mencari imformasi dari berbagai sumber belajar, bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya, mengembangkan keterampilan belajar, mengerjakan tugas – tugas pelajaran, dan menjalani program penilaian hasil belajar.
            Setiap program kelompok belajar mempunyai tujuan, diantaranya sebagai berikut :[6]
1. Pemantapan sikap dan kebiasaan dan ketrampilan belajar yang efektif, efisien serta
    produktif dengan sumber belajar yang bervariasi.
2. pemantapan disiplin belajar dan berlatih baik secara mandiri maupun kelompok
3. Pemantapan penguasaan materi program belajar di sekolah lanjutan tingkat atas sesuai
   dengan perkembangan ilmu, teknologi dan kesenian.
4. pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik, social dan budaya yang ada di sekolah,   
   lingkungan sekitar, masyarakat secara luas.
5. orientasi belajar untuk pendidikan tambahan dan pendidikan yang lebih tinggi.
C. Program Belajar Efektif, Remedial
            Pembelajaran remedial pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar. Pemberian pembelajaran remedial meliputi dua langkah pokok, yaitu pertama mendiagnosis kesulitan belajar, dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial.
Kegiatan remedial adalah kegiatan yang ditujukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran. Sesuai dengan pengertiannya, tujuan kegiatan remedial ialah membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum yang berlaku.
Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran, fungsi kegiatan remedial adalah:
1.      memperbaiki cara belajar siswa dan cara mengajar guru (fungsi korektif);
2.      meningkatkan pemahaman guru dan siswa terhadap kelebihan dan kekurangan dirinya (fungsi pemahaman);
3.      menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik siswa (fungsi penyesuaian);
4.      mempercepat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran (fungsi akselerasi); dan
5.      membantu mengatasi kesulitan siswa dalam aspek sosial-pribadi (fungsi terapeutik).
Perbedaan kegiatan remedial dari pembelajaran biasa terletak pada pendekatan yang digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan remedial direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan individu atau kelompok siswa. Sedangkan pembelajaran biasa menerapkan pendekatan klasikal, baik dalam perencanaan maupun dalam pelaksanaannya.
Kegiatan remedial dapat dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran biasa untuk membantu siswa yang diduga akan mengalami kesulitan (preventif); setelah kegiatan pembelajaran biasa untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar (kuratif); atau selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran biasa (pengembangan).
Dalam melaksanakan kegiatan remedial guru dapat menerapkan berbagai metode dan media sesuai dengan kesulitan yang dihadapi dan tingkat kemampuan siswa serta menekankan pada segi kekuatan yang dimiliki siswa.
Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam kegiatan remedial adalah:
1.      analisis hasil diagnosis kesulitan belajar,
2.      menemukan penyebab kesulitan,
3.      menyusun rencana kegiatan remedial,
4.      melaksanakan kegiatan remedial, dan
5.      menilai kegiatan remedial.

D. Program Kotak Masalah
Kotak masalah ini di peruntukkan bagi siswa yang ingin masalahnya di bahas, namun siswa tersebut tidak punya keberanian untuk menyampaikannya langsung kepada Guru Bk, atau karena takut ketahuan oleh kawan-kawannya.
Siswa boleh menyampaikan permasalahannya melalui kotak surat ini dengan memilih cara yang ia sukai tentang bagaimana Guru BK membantunya, bisa berupa meminta janji pada waktu yang ia rencanakan untuk konsultasi, dibalas melalui surat maupun email.

E. Program Persiapan Penjurusan
Setiap awal tahun ajaran, banyak siswa SMA yang menghadapi masalah, “jurusan/program apa yang sebaiknya saya ikuti?” sebagian siswa dapat merencanakan atau menentukan sendiri jurusan/program studi apa yang akan diambilnya. Mereka menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Namun disamping itu, banyak juga siswa yang tidak dapat membuat rencananya secara realistis. Mereka membuat rencana hanya berdasarkan atas kemauan dan keinginan, tidak menyesuaikannya dengan bakat dan kemampuan yang dimilikinya atau bahkan ada siswa-siswa yang tidak mampu membuat rencana sama sekali. Terhadap siswa-siswa yang seperti ini perlu diberikan bantuan agar mereka dapat membuat rencana-rencana dan mengambil keputusan secara bijaksana.[7]



Usaha pemberian bantuan seperti yang dimaksud diatas diawali dengan menyajikan informasi pendidikan dan jabatan yang cukup luas. Informasi itu, sebagaimana telah digambarkan terdahulu, hendaknya dapat mengarahkan siswa untuk memahami tujuan, isi (kurikulum), sifat, syarat-syarat memasuki program studi tertentu, cara dan keterampilan belajar, kesempatan-kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan kesempatan-kesempatan kerja setelah tamat dari setiap jurusan/prodi. Selanjutnya, bagi siswa-siswa yang memerlukan dapat diadakan konsultasi pribadi atau konseling perorangan.
F. Program papan BK
Papan bimbingan berfungsi untuk menempelkan banyak hal yang berhubungan dengan pengumuman penting, peristiwa hangat, berita keluarga, tugas atau bahan latihan, berita daerah, berita pembangunan dan lain-lain.[8]

G. Program “Problem Check List”
            * Pengertian daftar cek
Daftar cek ialah sebuah daftar yang memuat atau berisi aspek-aspek yang mungkin terdapat disuatu situasi, perilaku maupun kegiatan individu yang sedang menjadi objek atau focus perhatian atau yang sedang diamati. Dalam observasi yang ditelaah apakah unsure-unsur itu terdapat dalam situasi atau pada perilaku ataupun kegiatan individu yang diamati.[9]
            * Fungsi daftar cek
Daftar cek berfungsi dalam rangka observasi yang berkaitan dengan proses hubungan membantu (helping relationship) adalah sebagai alat pencatat hasil observasi, perilaku, kegiatan atau situasi individu yang diamati.
            *Manfaat daftar
Daftar cek bermanfaat untuk mendapatkan factor-faktor yang relevan dengan permasalahan yang sedang dihadapi. Hasil pengamatan dapat dengan segera dicatat dalam daftar cek yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dengan demikian dapat diartikan bahwa dengan menggunakan daftar cek obsever hanya tinggal menandai factor-faktor perilaku yang cocok ataupun tidak cocok dengan daftar cek.
            *Macam-macam daftar cek[10]
a. daftar cek individual : daftar cek dapat digunakan untuk mengamati seseorang  individu; artinya untuk mengamati seseorang individu dipakailah daftar cek. Misalnya :
Nama Siswa : Adi
Kelas            : II
L/P
No
Faktor / Kegiatan
Cek
1.
2.
3.
4.
5.
Disiplin
Kecerdasan
Kerajinan
Keterampilan
Dan seterusnya
V
_
V
_
_
Denpasar, ………...
                                                                                                Pengamat,            
(……………………..)











b.Daftar cek kelompok : suatu daftar cek yang digunakan untuk mengamati sekelompok individu dalam kegiatan tertentu, situasi, atau perilaku tertentu. Satu atau beberapa lembar dari daftar cek ini misalnya diperuntukkan bagi satu siswa. Misalnya:
Kelas :
No
Nama
Faktor
Disiplin
kecerdasan
kerajinan
keterampilan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Ayu
Andi
Susi
Budi
Anto
Dst.
V
_
V
_
V
_
V
V
V
V
V
V
V
_
_
V
_
_
V
V
Denpasar ,……………………..
                                                                                              Pengamat

(………………………….)
c. Daftar cek dalam skala penilaian ; daftar cek yang berupa skala penilaian misalnya skala penilaian deskriptif. [11]
Berilah tanda cek (V) di muka pertanyaan yang merupakan sikap individu yang diamati, yaitu kerajinan:
_______ Malas, bekerja sangat sedikit
_______ seringkali tidak dapat menyelesaikan yang ditugaskan 
_______ mengerjakan pekerjaan yang diwajibkan, tetapi tidak banyak
_______ pekerja yang kuat dan kadang mengerjakan lebih baik banyak daripada yang       
              Diwajibkan
_______ rajin sekali, biasanya mengerjakan lebih banyak daripada yang diwajibkan

d. Daftar cek kuesioner. Daftar cek dapat digunakan dalam kuesioner (angket) segala variasi bentuk butirnya. Misalnya :
Petunjuk :
Berilah tanda cek dibawah lajur “Ya” jika pertanyaan yang bersangkutan sesuai dengan pendapat anda, dan berilah tanda cek di bawah lajur “Tidak” jika pertanyaan itu tidak sesuai dengan pendapat anda.
No
Pertanyaan
Ya
Tidak
1.       
Anak anda sangat rajin belajar


2.       
Anak anda ingin bekerja setelah SMA


3.       
Anak anda mempunyai banyak teman


4.       
Anak anda belajar di rumah dengan berkelompok


5.       
Dst.



e. Daftar cek masalah[12]. Daftar cek yang khusus butir-butirnya berupa pertanyaan-pertanyaan yang mungkin pernah atau sedang dialami seseorang individu. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi masalah seseorang individu atau sekelompok individu. Daftar cek dapat dimanfaatkan dalam berbagai situasi antara lain : (1) dalam pelajaran yang sedang berlangsung, (2) dalam belajar secara individual, (3) bergaul dengan teman-teman sekelas, (4) daam pelaksanaan kerja kelompok, (5) wawancara konseling atau (6) hubungan keluarga.






Petunjuk :
Jawablah pertanyaan berikut dibawah ini dengan memberikan tanda cek (V) di bawah lajur “Ya” jika pertanyaan tersebut sesuai dengan keadaan anda dan pada kolom “Tidak” jika sesuai sesuai dengan keadaan anda.
Pokok Masalah
No
Pernyataan
Ya
Tidak
Kehidupan keluarga






Kebiasaan





Dst
1.

2.

3.

4.
5.

6.

7.

8.
Saya tidak tinggal bersama keluarga
Keluarga saya berpenghasilan rendah
Saya kurang akrab berhubungan dengan ayah
Dst.
Saya tidak memiliki ruang belajar yang tetap
Saya tidak bisa berkonsentrasi waktu belajar
Saya tidak bisa mengatur waktu belajar dengan efektif
Dst.



Siswa yang bersangkutan
(………………………..)
H. Program Konseling
            Ada beberapa bentuk program layanan konseling. Bentuk dan isi layanan bimbingan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, karena itu bentuk-bentuk layanan bimbingan dapat dikelompokkan menjadi tujuh kelompok layanan. [13]
a.       Layanan orientasi , yaitu layanan bimbingan dan koneling yang memungkinkan peserta didik memahami lingkungan yang baru dmasukinya dalam rangka mempermudah dan memperlancar peran aktif peserta di lingkungan yang baru itu. Adapun materi yang diangkat dalam bentuk layanan orientasi antara lain orientasi umum sekolah yang dimasuki, orientasi kelas baru dan semester baru, orientasi kelas terakhir dan semester akhir; UAN dan Ijazah
b.      Layanan informasi, yaitu layanan bimbingan dan konselin yang memungkinkan peserta didik dalam menerima dan memahami berbagi informasi seperti : informasi pendidikan, informasi jabatan yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan untuk kepentingan peserta didik. Layanan informasi ini bertujuan untuk membekali individu dengan berbagai hal yang berguna untuk mengani diri, merencanakan dan mengembangkan pola kehidupan siswa sebagai anggota keluarga dan masyarakat, pemahaman layanan informasi digunakan sbagai bahan acuam dalam meningkatkan kegiatan belajar cita-cita, pengambilan keputusan dan penyelenggaraan dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang diangkat dalam layanan informasi ada berbagai macam yaitu informasi jabatan, informasi pendidikan tinggi, informasi pengembangan pribadi, informasi kurikulum dan proses belajar mengajar, informasi kehidupan keluarga, social kemasyarakatan keberagaman social dan budaya dan lingkungan.
c.       Pelayanan penempatan dan penyuluhan yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat, misalnya penempatan dalam kelas, program studi atau jurusan, program latihan yang sesuai dengan potensinya, potensi minat, bakat dan kondisi pribadi. Apabila potensi minat dan bakat tidak tersalurkan dengan tepat akan mengakibatkan siswa yang bersangkutan tidak berkembang secara optimal, materi yang diangkat dalam layanan penempatan dan penyaluran, meliputi penempatan dan penyaluran di dalam kelas : sesuai dengan kondisi dan cirri pribadi siswa. Penempatan dan penyaluran kedalam kelompok belajar berdasarkan kelompok campuran dan kemampuan. Penempatn dan penyaluran kedalam program yang lebih luas.
d.      Pelayanan pembelajaran, layanan bimbingan dan penyuluhan memungkinkan peserta didik mengembangkan diri dengan sikap dan kebiasaan belajar dengan baik, matri belajar dengan kecepatan dan kesulitan belajar serta berbagai aspek tujuan kegiatan belajar dan mengajar. Materi yang diangkat dalam layanan pembelajaran meliputi pengembangan motivasi, sikap dan kebiasaan siswa, pengenalan siswa, yang mengalami masalah belajar, pengembangan keterampilan belajarm, pengajaran perbaikan, dan program pengayaan.
e.       Layanan konseling perorangan, yaitu layanan bimbingan dan penyuluhan yang memungkinkan layanan peserta didik mendapat layanan langsung face to face(tatap muka). Dengan guru pembimbing dalam rangka membahas dan menuntaskan masalah yang dihadapi. Materi yang diangkat dalam layanan konseling perorangan tidak terbatas. Dilaksanakan oleh seluruh masalah siswa secara perorangan.
f.       Layanan bimbingan kelompok yaitu layanan bimbingan konseling yang memungkinkan sehjumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok dan yang memperoleh berbagai bahan dari narasumber tertentu membahas secara bersama-sama pokok pembahasan tertentu yang berguna dalam menunjang pemahaman dalam kehidupan sehari-hari untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan sedangkan materi yang angkat dalam bimbingan ini meliputi: pemahaman dan pemantapan kehidupan keberagaman dan hidup sehat, pemahaman dan penerimaan diri sendiri dan orang lain, pemahaman tentang emosi, prasangka dan konflik yang terjadi didalam masyarakat, pemahaman hubungan social yang efektif dan produktif, pemahaman tentang dunia kerja,pilihan, pengembangan karir dan perencanaan masa depan,
g.      Layanan konseling kelompok yaitu layanan bimbingan konseling yang memungkinkan sejumlah peserta didik dalam memperoleh kesempatan untuk membahas dan mengentaskan masalah yang dihadapinya melalui dinamika kelompok.yang dialami di masing-masing anggota kelompok. Keberhasilan bentuk-bentuk layanan bimbingan di sekolah dan madrasah diatas sangat didukung oleh aplikasi instrumentasi himpunan data, konferensi kasus, kunjungan rumah, tampilan kepustakaan dan tangan kasus.
I. Program Psikoterapi Islami
            1. Definisi Psikoterapi Islam
Istilah psikoterapi (pyschoteraphy) mempunyai pengertian cukup banyak dan kabur, terutama karena istilah tersebut digunakan dalam berbagai bidang operasional ilmu empiris seperti psikiatri, psikologi, bimbingan dan penyuluhan (Guidance and Counseling), kerja social (case work), pendidikan dan ilmu agama.[14]
Dalam perspektif bahasa , kata psikoterapi berasal dari kata  “psyche” dan “theraphy”. Psyche mempunyai beberapa arti, antara lain:
1.      Jiwa dan hati
2.      Dalam mitologi yunani. Psyche adalah seorang gadis cantik yang bersayap seperti sayap kupu-kupu. Jiwa digambarkan berupa gadis dan kupu-kupu symbol keabadian.
3.      Ruh, akal dan diri (dzat)
4.      Menurut freud, merupakan pelaksanaan-pelaksanaan kegiatan psikologis, terdiri dari bagian sadar (conscious ) dan bagian tidak sadar (unconscious).
5.      Dalam bahasa arab psyce dapat dipadankan dengan “nafs” dengan bentuk jamaknya ”anfus” atau “nufus”. Ia memiliki beberapa arti, diantaranya : jiwa, ruh, darah, jasad, orang, diri dan sendiri.
Dari beberapa arti secara etimologis tersebu, dapat dipahami, bahwa psyche atau nafs adalah bagian dari diri manusia dari aspek yang bersifat rohaniyah dan paling tidak lebih banyak menyinggung sisi yang dalam dari eksistensi manusia, ketimbang fisik atau jasmaniyahnya. Adapun firman-firman Allah SWT sebagai berikut :
#qà)¨?$#ur $YBöqtƒ žw ÌøgrB ë§øÿtR `tã <§øÿ¯R $\«øx© Ÿ
“ Dan peliharalah dirimu dari suatu hari dimana seseorang tidak dapat membela orang lain walau sedikitpun. (Al-Baqarah, 2:48)
$pkšr'¯»tƒ â¨$¨Z9$# (#qà)®?$# ãNä3­u Ï%©!$# ä3s)n=s{ `ÏiB <§øÿ¯R ;oyÏnºur
“ Hai manusia, bertakwalah kalian kepada Tuhanmu yang telah menciptkan kamu dari diri yang satu” (An Nisaa’, 4:1)
  Adapun kata theraphy (dalam bahasa inggris) bermakna pengobatan dan penyembuhan, sedangkan dalam bahasa arab kata theraphy sepadan dengan yang artinya menyembuhkan. Seperti yang telah digunakan oleh Muhammad Abdul Aziz al Khalidiy dalam kitabnya “Al Istisyfa’bil Quran. Firman Allah Ta’ala yang memuat kata syifa’ :
$pkšr'¯»tƒ â¨$¨Z9$# ôs% Nä3ø?uä!$y_ ×psàÏãöq¨B `ÏiB öNà6În§ Öä!$xÿÏ©ur $yJÏj9 Îû ÍrߐÁ9$# Yèdur ×puH÷quur tûüÏYÏB÷sßJù=Ïj9

0 komentar:

Poskan Komentar