Kamis, 10 Mei 2012

Geografi



GEOGRAFI LINGKUNGAN DALAM RUANG LINGKUP GEOGRAFI




Dosen Pembimbing :
NI’MATUZ ZUHROH,M.Si

Kelompok VII:
1.Ratih Setya Andhini          (10130070)
2. Lu’lu’il Maknunah           (10130080)
3. Lailatul Qomariyah           (10130080)

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG



KATA PENGANTAR
Segala puji syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya dengan limpahan rahmat-Nya semata saya dapat menyelesaikan tugas kelompok  yang dapat diselesaikan sesuai dengan batas waktu yang telah direncanakan.
Pada kesempatan ini pula perlu diucapkan terima kasih kepada semua handaitaulan yang telah tulus ihklas membantu, sehingga dalam penyelesaiannya semua hambatan dapat ditanggulangi dengan kata tanpa arti.
Makalah ini masih sangat  jauh dari kata sempurna. Untuk itu adanya saran dan kritik yang berifat membangun sangat diharapkan. Akhirnya diharapkan, semoga bermanfaat. Amiiiiiiiiiin.


Salam,                         Penulis




i

                                                                DAFTAR ISI                        
                                                                                                                            Hal
Kata Pengantar
............................................................................
i
Daftar Isi
............................................................................
ii
Bab I
.

1.Latar Belakang
.............................................................................
1
         2.Rumusan Masalah
............................................................................
2
Bab II


        -Konsepsi Teori
        -pengertian  geografi
        -konsep esensial
        - prinsip geografi
        - ruang lingkup geo
       - objek geografi
............................................................................
............................................................................
............................................................................
............................................................................
............................................................................
.............................................................................
3
5
7
9
11
12
Bab III


       Studi Kasus
...........................................................................
13
Bab IV


       Penutup
............................................................................
18
Daftar Pustaka
...........................................................................
21


















ii
BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Geografi merupakan ilmu untuk menunjang kehidupan sepanjang hayat dan mendorong peningkatan kehidupan. Lingkup bidang kajiannya memungkinkan manusia memperoleh jawaban atas pertanyaan dunia sekelilingnya yang menekankan pada aspek spasial, dan ekologis dari eksistensi manusia. Bidang kajian geografi meliputi bumi, aspek dan proses yang membentuknya, hubungan kausal dan spasial manusia dengan lingkungan, serta interaksi manusia dengan tempat. Sebagai suatu disiplin _ocial_tive, geografi memadukan dimensi alam fisik dengan dimensi manusia dalam menelaah keberadaan dan kehidupan manusia di tempat dan lingkungannya.
Mata pelajaran Geografi membangun dan mengembangkan pemahaman peserta didik tentang variasi dan organisasi spasial masyarakat, tempat dan lingkungan pada muka bumi. Peserta didik didorong untuk memahami aspek dan proses fisik yang membentuk pola muka bumi, karakteristik dan persebaran spasial ekologis di permukaan bumi. Selain itu peserta didik dimotivasi secara aktif dan kreatif untuk menelaah bahwa kebudayaan dan pengalaman mempengaruhi persepsi
            manusia tentang tempat dan wilayah.
Pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperoleh dalam mata pelajaran Geografi diharapkan dapat membangun kemampuan peserta didik untuk bersikap,bertindak cerdas, arif, dan bertanggungjawab dalam menghadapi masalah social,ekonomi, dan ekologis.








1
2

Pada tingkat pendidikan dasar mata pelajaran Geografi diberikan sebagai bagian integral dari Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), sedangkan
pada tingkat pendidikan menengah diberikan sebagai mata pelajaran tersendiri.

2. Rumusan Masalah
Berdasarkan Latar belakang diatas, maka rumusan masalahnya,
a.       Apakah pengertian geografi serta geografi lingkungan itu?
b.      Apakah prinsip geografi serta ruang lingkup geografi ?
c.       Apakah obyek-obyek geografi itu?

 












BAB II
KONSEPSI TEORI

Haggett (2001) dalam bukunya:  Geography.  A Global Synthesis” menyebutkan berbagai definisi geografi (p. 763) dan salah satunya adalah “ Geography is an integrative discipline that brings together the physical and human dimensions of the world in the study of people, places, and environments” yang dirumuskan oleh American Geographical Society tahun 1994.
Dalam definisi tersebut tersirat pengertian yang jelas bahwa geografi merupakan disiplin ilmu bersifat integratif yang mempelajari obyek studi (penduduk, tempat dan lingkungannya) dalam dimensi fisik dan manusia. Sementara I Made Sandy (1973) mengetengahkan sebuah definisi geografi sebagai bidang ilmu yang mempelajari berbagai gejala di permukaan bumi dalam perspektif keruangan. Sandy ingin menekankan bahwa gejala apapun dapat menjadi bidang telaah geografi jika ditinjau dari sudut pandang keruangan.
Berdasarkan dua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa geografi adalah bidang ilmu yang bersifat integratif yang mempelajari gejala gejala yang terjadi di muka bumi (dalam dimensi fisik dan dimensi manusia) dengan menggunakan perspektif keruangan (spatial perspective). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa “aspek keruangan”lah yang menjadi ciri pembeda bidang geografi dengan bidang ilmu lain.
Menurut pengertian di atas maka tidaklah sukar untuk menjelaskan makna filosofis diagram Fenneman (Jensen, 1980 p.4) maupun diagram Haggett (2001 p. 766) yang pada prinsipnya menunjukkan keterkaitan dan pendekatan bidang kajian geografi dengan bidang kajian ilmu ilmu lainnya.  Gejala sosial yang berlangsung di muka bumi jika ditelaah melalui perspektif keruangan membentuk bidang kajian geografi sosial. Melalui proses yang sama lahir bidang kajian geografi ekonomi, geografi politik, geografi budaya dan lain lain. Bagian bidang ilmu alam seperti geologi difokuskan pada pengetahuan geomorfologi, klimatologi dari meteorologi, biogeografi dari biologi dan seterusnya.
3
4

g
Gambar 1. Lingkungan sekitar bidang ilmu Geografi (modifikasi Fenneman 1919 dalam
                  Jensen, 1980).

Interkoneksi berbagai bidang ilmu dengan bidang geografi menunjukkan fenomena di mana perkembangan bidang ilmu geografi dapat dikatakan sangat ditentukan oleh kemampuan geograf dalam memperoleh informasi perkembangan bidang ilmu lainnya. Hasil riset bidang ilmu lain akan memperkaya (proliferate) cakupan penelitian geografi. Demikian pula, hasil riset geografi tentang topik tertentu (secara terbatas) dapat memicu perkembangan bidang ilmu lainnya. Dalam konteks ini maka terbuka ruang terbentuknya gejala divergensi bidang ilmu (termasuk geografi) dalam berbagai cabang ilmu yang bersifat lebih spesifik (spesialisasi). Namun demikian, spesialisasi di bidang ilmu geografi tidaklah semudah seperti membentuk spesialisasi anak, spesialisasi tht anak atau anak tht (?) pada bidang ilmu kedokteran atau lainnya.


5

Dalam perspektif keilmuan, pada dasarnya semua ilmu memiliki kesamaan filosofi yang disebut dengan metode keilmuan. Masing masing ilmu memiliki cara yang sama untuk mencari pengetahuan antara lain melalui kerangka berpikir rasionalisme dan empirisme.
Perlu disampaikan kembali pemikiran para ahli seperti, John Dewey (1859-1952) menyusun formulasi perkawinan cara berpikir rasionalisme dan empirisme yang telah digunakan oleh Galileo, Newton maupun Charles Darwin pada era sebelumnya (Suriasumantri, 1983 p. 28). Secara ringkas dijelaskan bahwa rasionalisme adalah kerangka pemikiran yang koheren dan logis, sedang empirisme adalah kerangka pengujian dalam memastikan suatu kebenaran pengetahuan sah secara keilmuan.
           
1. Pengertian Geografi dan Geografi Lingkungan
Sebelum mendefinisikan geografi lingkungan (environmental geography), sangat berguna untuk memandang terlebih dulu konsep geografi secara umum. Salah satu kesalahan konsep yang umum terjadi adalah memandang geografi sebagai studi yang sederhana tentang nama-nama suatu tempat. Implikasi dari pemahaman seperti itu menyebakan terjadinya reduksi terhadap hakekat geografi. Geografi menjadi pengetahuan untuk menghafalkan tempat-tempat dimuka bumi, sehingga bidang ini menjadi kurang bermakna untuk kehidupan. Geografi sering juga dipandang identik dengan kartografi atau membuat peta. Dalam prakteknya sering terjadi para geograf sangat trampil dalam membaca dan memahami peta, tetapi tidak tepat jika kegiatan membuat peta sebagai profesinya.
Kata geografi berasal dari geo=bumi, dan graphein=mencitra. Ungkapan itu pertama kali disitir oleh Eratosthenes yang mengemukakan kata “geografika”. Kata itu berakar dari geo=bumi dan graphika=lukisan atau tulisan. Jadi kata geographika dalam bahasa Yunani, berarti lukisan tentang bumi atau tulisan tentang bumi.
6

 Istilah geografi juga dikenal dalam berbagai bahasa, seperti geography (Inggris), geographie (Prancis), die geographie/die erdkunde (Jerman), geografie/ aardrijkskunde (Belanda) dan geographike (Yunani).
Bertahun-tahun manusia telah berusaha untuk mengenali lingkungan di permukaan bumi. Pengenalan itu diawali dengan mengunjungi tempat-tempat secara langsung di muka bumi, dan berikutnya menggunakan peralatan dan teknologi yang makin maju. Sejalan dengan pengenalan itu pemikiran manusia tentang lingkungan terus berkembang, pengertian geografi juga mengalami perubahan dan perkembangan. Pengertian geografi bukan sekedar tulisan tentang bumi, tetapi telah menjadi ilmu pengetahuan tersendiri disamping bidang ilmu pengetahuan lainnya.
Geografi telah berkembang dari bentuk cerita tentang suatu wilayah dengan penduduknya menjadi bidang ilmu pengetahuan yan memiliki obyek studi, metode, prinsip, dan konsep-konsep sendiri sehingga mendapat tempat ditengah-tengah ilmu lainnya.
► Pengertian geografi menurut bebrapa ahli:
1.      Berkaitan dengan kemajuan itu, konsep geografi juga mengalami perkembangan. Ekblaw dan Mulkerne mengemukakan, bahwa geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi dan kehidupannnya, mempengaruhi pandangan hidup kita, makanan yang kita konsumsi, pakaian yang kita gunakan, rumah yang kita huni dan tempat rekreasi yang kita nikmati.
2.      Bintarto (1977) mengemukakan, bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitra, menerangkan sifat bumi, menganalisis gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur bumi dalam ruang dan waktu.


7

3.      Hasil semlok peningkatan kualitas pengajaran geografi di Semarang (1988) merumuskan, bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan atau kelingkungan dalam konteks keruangan.
4.      James mengemukakan geografi berkaitan dengan sistem keruangan, ruang yang menempati permukaan bumi. Geografi selalu berkaiatan dengan hubungan timbal balik antara manusia dan habitatnya.
Berdasarkan telaah terhadap konsep tersebut penulis berpendapat, bahwa geografi merupakan studi yang mempelajari fenomena alam dan manusia dan keterkaitan keduanya di permukaan bumi dengan menggunakan pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Dalam pengertian itu beberapa aspek yang esensial, yaitu (1) adanya hubungan timbal balik antara unsur alam dan manusia (reciprocal). (2) Hubungan itu dapat bersifat interelatif, interaktif, dan intergratif sesuai dengan konteksnya. (3) cara memadang hubungan itu berisifat keruangan.
Dalam kata yang lain, Geografi mempelajari penyebaran keruangan dari sesuatu (bahasa, kegiatan ekonomi, pencemaran, rote transportasi, tanah, iklim, dan dan fenomena lainnya) untuk menemukan mengapa fenomena itu menyebar sebagaimana adanya. Geografi selanjutnya mencoba untuk menggambarkan terjadinya distribusi itu, dan dengan pemahaman itu dapat mengusulkan pemecahan masalah yang terjadi.
2.  Konsep Esensial Geografi
Konsep merupakan pengertian yang menunjuk pada sesuatu. Konsep esensial suatu bidang ilmu merupakan pengertian-pengertian untuk mengungkapan atau menggambaran corak abstrak fenomena esensial dari obyek material bidang kajian suatu ilmu. Oleh karena itu konsep dasar merupakan elemen yang penting dalam memahami fenomena yang terjadi.
8

Dalam geografi dikenali sejumlah konsep esensial sebagai berikut.
Menurut Whiple ada lima konsep esensial, yaitu:
  1. bumi sebagai planet
  2. variasi cara hidup
  3. variasi wilayah alamiah
  4. makna wilayah bagi manusia
  5. pentingnya lokasi dalam memahami peristiwa dunia

Dalam mengungkapkan konsep geografi itu harus selalu dihubungkan dengan penyebarannya, relasinya, fungsinya, bentuknya, proses terjadinya, dan lain-lain sebagainya. Sebagai contoh ungkapan konsep “variasi cara hidup” setidaknya harus terabstraksikan mata pencaharian penduduk, proses terbentuknya mata pencaharian itu, penyebaran mata pencaharian itu, jumlah penduduk yang bekerja pada masing-masing mata pencaharian itu, dan dinamika mata pencaharian itu.
Menurut J Warman ada lima belas konsep esensial, yaitu:
  1. wilayah atau regional
  2. lapisan hidup atau biosfer
  3. manusia sebagai faktor ekologi dominan
  4. globalisme atau bumi sebagai planet
  5. interaksi keruangan
  6. hubungan areal
  7. persamaan areal
  8. perbedaan areal
  9. keunikan areal
  10. persebaran areal
  11. lokasi relative
9

  1. keunggulan komparatif
  2. perubahan yang terus menerus
  3. sumberdaya dibatasi secara budaya
  4. bumi bundar diatas kertas yang datar atau peta
Dengan menggunakan konsep-konsep tersebut dapat diungkapkan berbagai gejala dan berbagai masalah yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Penggunaan konsep itu akan memudahkan pemahaman terhadap sebab akibat, hubungan, fungsi, proses terjadinya gejala dan masalah sehari-hari. Selanjutnya dari kenyataan itu dikembangkan menjadi satu abstraksi, disusun model-model atau teori berkaitan dengan gejala, masalah dan fakta yang dihadapi.
 Jika ada satu masalah dapat dicoba disusun model alternatif pemecahannya. Sedangkan jika yang dihadapi suatu kenyaan kehidupan yang perlu ditingkatkan  tarapnya, maka dapat disusun model dan pola pengembangan kehidupan itu. Dari berbagai konsep itu dapat disusun suatu kaidah yang tingkatnya tinggi dan berlaku secara umum yang disebut generalisasi.
3.  Prinsip Geografi
Prinsip merupakan dasar yang digunakan sebagai landasan dalam menjelaskan suatu fenomena atau masalah yang terjadi. Prinsip juga berfungsi sebagai pegangan/pedoman dasar dalam memahami fenomena itu. Dengan prinsip yang dimiliki, gejala atau permasalahan yang terjadi secara umum dapat dijelaskan dan dipahami karakteristik yang dimilikinya dan keterkaitan dengan fenomena atau permasalahan lain.
Setiap bidang ilmu memiliki prinsip sendiri-sendiri. Ada kemungkinan satu atau beberapa prinsip bidang ilmu itu memiliki kesamaan dengan prinsip bidang ilmu yang lain, tetapi juga ada kemungkinan berbeda sama sekali.

10

 Dalam bidang geografi dikenali sejumlah prinsip, yaitu: prinsip penyebaran, prinsip interelasi, prinsip deskripsi dan prinsip korologi.
a.       Prinsip Penyebaran
Dalam prinsip ini fenomena atau masalah alam dan manusia tersebar di permukaan bumi. Penyebaran fenomena atau permasalahan itu tidak merata. Fenomena sumber air tentu tidak dijumpai di semua tempat. Demikian pula permasalahan pencemaran air juga tidak dijumpai disemua sungai atau laut.
  1. Prinsip Interelasi
    Fenomena atau permasalahan alam dan manusia saling terjadi keterkaitan antara aspek yang satu dengan aspek yang lainnya. Keterkaitan itu dapat terjadi antara aspek fenomena alam dengan aspek fenomena alam lain, atau fenomena aspek manusia dengan aspek fenomena manusia. Fenomena banjir yang terjadi di wilayah hilir terjadi karena kerusakan hutan di bagian hulu. Kerusakan hutan alam itu dapat terjadi karena perilaku menusia. Perilaku manusia yang demikian terjadi karena kesadaran terhadap fungsi hutan yang rendah.
  2. Prinsip Deskripsi
    Fenomena alam dan manusia memiliki saling keterkaiatan. Keterkaitan antara aspek alam (lingkungan) dan aspek manusia itu dapat dideskripsikan. Pendiskripsian itu melalui fakta, gejala dan masalah, sebab-akibat, secara kualitatif maupun kuantitatif dengan bantuan peta, grafik, diagram, dll.
  3. Prinsip Korologi
    Prinsip korologi merupakan prinsip keterpaduan antara prinsip penyebaran, interelasi dan deskripsi. Fenomena atau masalah alam dan manusia dikaji penyebarannya, interelasinya, dan interaksinya dalam satu ruang. Kondisi ruang itu akan memberikan corak pada kesatuan gejala, kesatuan fungsi dan kesatuan bentuk.


11

4. Ruang Lingkup Geografi
Studi geografi mencakup analisis gejala manusia dan gejala alam. Dalam studi itu dilakukan analisis persebaran-interelasi-interaksi fenomena atau masalah dalam suatu ruang.
Menurut Rhoad Murphey ruang lingkup geografi sebagai berikut. (1) distribusi dan hubungan timbal balik antara manusia di permukaan bumi dengan aspek-aspek keruangan permukiman penduduk dan kegunaan dari bumi. (2) hubungan timbal balik antara masyarakat dengan lingkungan fisiknya sebagai bagian studi perbedaan area. (3) kerangka kerja regional dan analisis wilayah secara spesifik.
Berdasarkan uraian tersebut terlihat, bahwa ruang lingkup geografi tidak terlepas dari aspek alamiah dan aspek insaniah yang menjadi obyek studinya. Aspek itu diungkapkan dalam satu ruang berdasarkan prinsip-prinsip penyebarannya, relasinya, dan korologinya. Selanjutnya prinsip relasi diterapkan untuk menganalisis hubungan antara masyarakat manusia dengan lingkungan alamnya yang dapat mengungkapkan perbedaan arealnya, dan penyebaran dalam ruang.
Akhirnya prinsip, penyebaran, dan korologi pada studi geografi dapat mengungkapkan karakteristik suatu wilayah yang berbeda dengan wilayah lainnya sehingga terungkap adanya region-region yang berbeda satu sama lain.
Untuk mengunkanpan fenomena atau permasalahan yang terjadi digunakan pertanyaan-pertanyaan geografi. Untuk pertanyaan what? Geografi dapat menunjukkan fenomena apa yang terjadi? Untuk pertanyaan when, geografi dapat menunjukkan kapan peristiwa itu terjadi.
 Untuk pertanyaan where? Geografi dapat menunjukkan lokasi terjadinya peristiwa. Untuk pertanyaan why? Geografi dapat menunjukkan relasi-interelasi-interaksi-integrasi gejala-gejala itu sebagai faktor yang tidak terlepas satu sama lain.

12

Untuk pertanyaan how? Geografi dapat menunjukkan kualaitas dan kuantitas gejala dan interelasi/interaksi gejala-gejala tadi dalam ruang yang bersangkutan
5. Objek Geografi
Setiap disiplin ilmu memilki obyek yang menjadi bidang kajiannya. Obyek bidang ilmu tersebut berupa obyek matrial dan obyek formal. Obyek material berkaitan dengan substansi materi yang dikaji, sedangkan obyek formal berkaitan dengan pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam menganalisis substansi (obyek material) tersebut.
Pada obyek material, antara bidang ilmu yang satu dengan bidang ilmu yang lain dapat memiliki substansi obyek yang sama atau hampir sama.Obyek material ilmu geografi adalah fenomena geosfer, yang meliputi litosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer, dan antroposfer. Obyek materal itu juga menjadi bidang kajian bagi disiplin ilmu lain, seperti geologi, hidrologi, biologi, fisika, kimia, dan disiplin ilmu lain. Sebagai contoh obyek material tanah atau batuan. Obyek itu juga menjadi bidang kajian bagi geologi, agronomi, fisika, dan kimia.
Oleh karena itu untuk membedakan disiplin ilmu yang satu dengan disiplin ilmu yang lain dapat dilakukan dengan menelaah obyek formalnya. Obyek formal geografi berupa pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam memahami obyek material.
Dalam konteks itu geografi memilki pendekatan spesifik yang membedakan dengan ilmu-ilmu lain. Pendekatan spesifik itu dikenal dengan pendekatan keruangan (spatial approach). Selain pendekatan keruangan tersebut dalam geografi juga dikenali adanya pendekatan kelingkungan (ecological approach), dan pendekatan kompleks wilayah (regional complex approach).


BAB III
STUDI KASUS
Kelompok kami mengambil studi kasus mengenai pencemaran lingkungan dimana membahas menganai keberadaan samapah serta dampak-dampaknya. Berikut menrupakan ulasannya ;
Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang perlu mendapat perhatian. Permasalahan sampah tersebut semakin kompleks dalam kaitannya dengan pengelolaannya karena, kuantitasnya semakin meningkat, semakin bervariasi jenis komposisinya, keterbatasan sumber dana bagi pelayanan umum, dampak perkembangan ekonomi dan juga semakin tingginya aktivitas-aktivitas sumber potensial adanya sampah.
Kehadiran sampah merupakan hal yang tidak diinginkan dan dapat menimbulkan pencemaran apabila daya asimilasi alam tidak mampu lagi mendukungnya. Selain itu sampah erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat karena dari sampah tersebut dapat hidup berbagai organisme penyebab penyakit baik secara langsung maupun tidak langsung melalui perantara vektor. Penyakit-penyakit terbut seperti Tyhpus abdominalis, diare, Dengue Haemorhagic Fever (Mukono, 1999).
Selain dapat menyebabkan penyakit, dari segi estetika sampah akan menjadi hal terburuk yang merusak pemandangan serta menimbulkan bau tidak sedap yang akan menjadi tolak ukur identitas kota dalam segala aspek.
Salah satu tantangan yang dihadapi oleh pengelola perkotaan adalah penanganan masalah persampahan. Berdasarkan data BPS tahun 2002, dari 384 kota yang menimbulkan sampah sebesar 80.235,87 ton setiap hari, penanganan sampah yang diangkut ke dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir sebesar 4,2%, yang dibakar sebesar 37,6%, yang dibuang ke sungai 4,9% dan tidak tertangani sebesar 53,3% (Bappenas, 2003).

13
14

Beberapa studi memberikan angka timbulan sampah di beberapa kota berkisar antara 2-3 liter per orang per hari dengan densitas 200 – 250 kg/m3, dan komposisi utamanya adalah sampah organik 70 – 80%. Menurut data Dinas Kebersihan Jakarta Timur bahwa produksi harian sampah di Jakarta Timur sebesar 5.442 m3 per hari, sedangkan volume timbulan sampah di seluruh TPS Jakarta Timur sebesar 5.325 m3 per hari. Untuk DKI Jakarta menurut hasil penelitian JICA laju produksi sampah di DKI Jakarta sebesar 2,69 liter/orang/hari. Dengan penduduk Jakarta sekitar 12 juta jiwa, maka sampah yang dihasilkan adalah 32,28 juta liter sampah/hari atau ekuivalen dengan 8.070 ton sampah/hari. Sementara kota lain menurut Data Status Lingkungan Hidup Daerah, timbulan sampah untuk Kota Makassar adalah 3918 m3 per hari (Bapedalda, 2004).
Penelitian Arianto Wibowo mengenai penanganan sampah perkotaan terpadu mejelaskan bahwa cakupan pelayanan persampahan di Indonesia, untuk DKI Jakarta dengan penduduk 12.506.352 sebesar 7.567.450 jiwa atau 60,5 %, dibandingkan dengan Sulawesi Tengah dengan penduduk 635.055 hanya sebesar 183.124 atau 18,1%.
Berdasarkan data Dinas Kebersihan dan Pertamanan bahwa jumlah sampah yang dihasilkan Kota Palu sebanyak 863 m3 per hari dan yang terangkut hanya sekitar 840 lebih m3 per hari. (Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Palu, 2004). Kelurahan Layana dengan luas wilayah 12 km2, dengan jumlah penduduk mencapai 2685 jiwa menghasilkan volume sampah sebanyak 14,72 m3 per hari. Volume sampah ini belum tertangani dengan baik, dimana masih terdapat beberapa warga yang menumpuk sampah di lahan terbuka dan tidak terangkut, sebab sampah yang terangkut hanyalah sampah yang berada di sekitar jalan poros, sedangkan sampah yang berasal dari areal pemukiman yang tidak dapat dilalui oleh mobil angkutan tidak terangkut. Akibatnya menimbulkan beberapa masalah dampak lingkungan. Masalah tersebut antara lain seperti penyumbatan saluran drainase yang mengakibatkan bnajir dan genangan air pada beberapa lokasi, tempat berkembang biaknya lalat, nyamuk dan kecoa (Dinas Kebersihan dan Pertamanan Provinsi Sulawesi Tengah, 2004).
15
Setelah mengetahui ulasan tersebut kita bias mengetahui bagaimana pentingnya lingkungan kebersihan sekitar tanpa adanya sampah. Sampah , mendengar kata sampah saja itu sudah mencerminkan kalau lingkungan disekitar kita tidak mnyehatkan, walaupun hal yang sepele tetapi sampah tersebut memberikan dampak yang sangat besar. Akibat adanya sampah memberikan bebrapa akibat diantaranya adalah :
a)      Dampak Negatif

Untuk jangka panjang, membuat sampah berakibat jauh lebih besar dibandingkan membuang sampah. Pada akhirnya, manusia sendiri yang mendapat akibat dari membuang sampah tersebut.

Akibat tersebut antara lain:
• bau busuk
• banjir
• penyumbatan aliran sungai
• penyumbatan saluran air
• rusaknya pemandangan alam
• dampak social terhadap masyarakat

kerukunan permasalahan sampah dapat berkaitan dengan nilai kerukunan. Orang yang sering membuang sampah disekitar tempat tinggalnya dapat menimbulkan ketidaksenangan tetangga, sehingga menimbulkan masalah social.
Munculnya bibit-bibit penyakit seperti kolera, disentri, tipus, diare dan malaria.






16

b) Dampak Positif

Sampah juga memiliki potensi ekonomis yang dapat dikelola dengan mudah, yakni menjadi kompos, daur ulang sampah dan plastic.


untuk mengatasi agar sampah tidak menumpuk terlalu banyak dan tidak memberikan akibat fatal maka salah satu cara mengatasi sampah , salahsatunya dengan mengelola sampah.
Manfaat mengelola sampah itu antara lain:
• Sampah anorganik dapat dijual kepada pemulung/Bandar
• Kesehatan petugas kebersihan lebih terjaga karena sampah telah terpilah
• Lingkungan rumah tinggal dan TPST lebih bersih dan tertib.

* Cara mengelola sampah
Sampah organic dan anorganik diangkut dari rumah tinggal secara bergiliran sesuai jadwal.

Gerobak dibawa petugas ke TPST secara tertib dan sesuai dengan penjadwalan (melakukan pembuangan bergiliran). Sampah anorganik yang dapat dimanfaatkan kembali, didaur ulang, sisanya dimasukan ke container, dan diangkut ke TPA sedangkan sampah organic dimasukan kemesin pencacah dan dikomposkan.

Mengurangi kebiasaan membuat sampah harus melibatkan semua pihak yaitu pemerintah, masyarakat idustri, masyarakat pemakai dll. Karena sampah merupakan kelangsungan hidup manusia. Selain itu, perusahaan dan industry harus membuat anggaran daur ulang dan sebisa mungkin mengurangi mengurangi membuat sampah industri. Makin banyak manfaat yang didapatkan, maka makin sedikit sampah yang dihasilkan.


17

Selain itu juga, penanggulangan sampah/limbah dapat dilakukan melalui kegiatan seperti:

Reuse
Menggunakan/memanfaatkan kembali barang yang sudah kita pakai seperti memanfaatkan kembali kantong kresek yang berasal dari bungkus belanjaan dari pasar untuk keperluan lain/memanfaatkan kembali kaleng biscuit bekas untuk pot bunga/keperluan lainnya.

Reduce
Kegiatan menghemat dalam menggunakan sumber daya alam sehingga limbah yang dihasilkan sedikit. Misalnya, menghemat belanjaan untuk dimasak sehingga tidak banyak makanan yang tersisa dll.

Recycle
Mendaur ulang melalui proses tertentu, barang-barang yang sudah menjadi sampah menjadi barang yang bermanfaat. Misalnya, mengolah sampah-sampah organic menjadi kompos, mengolah kotoran ternak sapi menjadi biogas, mendaur ulang kertas dan bahan-bahan yang terbuat dari plastic.

Replace
Yaitu mengganti barang yang tidak tahan lama dengan barang yang tahan lama atau dipakai untuk selamanya.







BAB IV
PENUTUP

  1. Kesimpulan
Dengan mempelajari geografi lingkungan dalam konsep georafi kita bisa menghubungkan dengan prinsip deskripsi yakni Fenomena alam dan manusia memiliki saling keterkaiatan. Keterkaitan antara aspek alam (lingkungan) dan aspek manusia itu dapat dideskripsikan. Pendiskripsian itu melalui fakta, gejala dan masalah, sebab-akibat, secara kualitatif maupun kuantitatif dengan bantuan peta, grafik, diagram, dll
  1. Saran
Setelah mengetahui betapa banyak dampak akibat kita tidk menjaga sekitar lingkungan kita ,kita harus secara sadar melakukan hal-hal yang bersifat positif agar tidak mencemari lingkungan diantaranya :
Cara-Cara Menjaga Lingkungan
Inilah cara-cara menjaga lingkungan, bukan saja tentang sampah, namun menjaga lingkungan secara umum (diambil dari berbagai sumber):
Untuk Sampah:
1. Jangan pakai kantong plastik untuk belanja. Bawa sendiri tas belanjan yang dapat selalu dipergunakan lagi.
2. Jangan langsung membuang botol plastik sesudah minum. Isi air lagi dan pakai kembali walaupun jangan terlalu banyak isi ulang. Kira-kira 5 kali pakai masih oke. Untuk yang biasa minum di mobil, siapkan selalu botol yang sudah diisi penuh agar tidak usah beli lagi.
3. Lebih baik lagi beli botol minum jadi bisa selalu diisi ulang dan tidak usah beli botol air mineral lagi.

18
19

4. Menanamkan kepada anak-anak untuk berperilaku “hidup bersih” sepanjang waktu dan dimana saja.
5. Membawa sampah hingga ke rumah (dielipkan ke saku) apabila tidak ada tempat  sampah di sekitar. (namun biasanya selalu ada tempat sampah dimana saja). Tinggal kemauan dari diri sendiri untuk melangkah dan membuka tempat sampah lalu membuang sampah pada tempatnya.
6. Memisahkan sampah plastik, sampah daun, dan botol/kaleng pada tempatnya masing-masing. Kampanye ini kian marak dilakukan di seluruh dunia, mengingat semakin “panasnya” bumi kita oleh banyaknya sampah plastik.
7.Untuk perokok, usahakan membawa asbak yang ada penutupnya kemanapun Anda pergi. Ini penting mengingat puntung rokok terbuat dari serat yang susah terurai. (terinspirasi dari orang Jepang). Saat ini telah banyak dijual asbak tipe ini. Di Tunjungan Plaza, tepatnya di Daishou banyak dijual produk ini.
8.Saat ini banyak kerajinan-kerajinan tangan yang terbuat dari sampah (plastik terutama). Jadikan ini untuk inspirasi usaha. Semakin banyak sampah plastik yang dijadikan kerajinan tangan, maka akan mengurangi emisi sampah plastik di sekitar kita.

Selan itumasih ada cara lagi yakni :
    1. Buanglah sampah pada tempatnya
      Ketika belum menemukan tempat sampah di sekitar kita, bukan berarti kita boleh membuang sampah sembarangan. Lebih baik sampah tersebut kita tahan dulu atau simpan dulu di kantong atau tas, begitu kita menemukan tempat sampah, buang sampah tersebut pada tempatnya.
    2. Sampahku adalah sampahmu
      Secara rutin kita harus mengajak teman atau warga di sekitar kita untuk bersama-sama membersihkan lingkungan, dengan memunguti bungkus bekas permen, botol/gelas plastic, dan lain-lain, lalu masukkan ke dalam kantong sampah.

20

    1. Siapkan tempat sampah
      Sediakan tempat sampah di kamar, di rumah, di mobil atau dimana saja. Demi menjaga kebersihan lingkungan, jangan sampai sampah kita berserakan dimana-mana.
      Akibat yang ditimbulkan dari membuang sampah sembarangan yaitu :
      a. Tempat berkembang sekaligus sarang serangga dan tikus
      b. Sumber polusi dan pencemaran tanah, air, dan udara
      c. Sumber dan tempat hidup kuman-kuman yang membahayakan kesehatan
















DAFTAR PUSTAKA

Bintarto R., Metode Analisa Geografi, Jakarta: LP3ES, 1986.
Boehm, Richard, World Geography, third Edition, USA: Mc. Grow Hill, 1984.
Depdikbud, Suplemen GBPP 1999, Jakarta: Depdikbud, 1999.
Drs. Rachmat Kusnadi, Drs. Muhammad Oding, Sutomo, S.Pd., Geografi untuk SMU
Kelas I, Grafindo, 1999.
 Geografi SMU DKI, Geografi SMU jilid IA, Jakarta: Erlangga, 2000.













21

ؤجعلنا لكم فئها معا ئش ؤمن لستم له برا  زقلئن  (الحجر)
Artinya : dan kami telah menjadikan untukmu dibumi keperluan hidup, dan kami menciptakan pula mahkluk-mahkluk yang kamu bukan pemberi rejeki kepadamu.

ظهرا الفسا د فئ البر وا لبحر بما

0 komentar:

Poskan Komentar